Zaman Susi Kapal Asing Enggan Masuk ZEE Indonesia, Kenapa Sekarang?

InanewsMemang dalam hukum kelautan internasional ada pembagian zona atau wilayah dari masing-masing negara. Meskipun ada banyak dasar tapi UNCLOS (United Nation Convention on the Law of Sea) adalah dasar yang diakui oleh dunia dan PBB.

Dimana berdasarkan itu, laut natuna bagian utara secara sah menjadi hak ekonomi kita. ZEE menjadi zona yang hanya boleh dilewati oleh banyak negara tapi tak boleh mengeksploitasi kekayaaan alam yang ada di dalamnya. Tapi praktkeknya di lapangan, Tiongkok tetap mengacu kepada nine dash tradisional mereka sehingga selalu kerap mengirim para nelayan-nelayan mereka dengan didampingi national coast guard China.

Kemudian sebuah kebijakan dari seorang pemimpin tentu akan berdampak kepada realitas hasil atau kinerja yang didapatkan di lapangan. Hal itu tampak jelas atau kontras perbedaan antara kebijakan yang sudah dikerjakan oleh Ibu Susi Pudjiastuti selama masa ia menjabat dengan Bapak Edhy Prabowo yang kini menjabat sebagai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jelas dan sangat tegas waktu itu dalam kepemimpinan Ibu Susi bahwa tiap-tiap kapal asing yang masuk dan datang ke Indonesia akan ditangkap dan akan ditenggelamkan. Dan selama masa kepemimpinan lebih dari 500 kapal sudah ditenggalamkan. Dengan kebijakan tersebut membuat para nelayan asing yang mencoba datang berpikir dua kali untuk datang dan mencuri ikan-ikan kita di zona ekonomi eksklusif Indonesia yang jauhnya sekitar 200 mil dari pantai Indonesia.

Memang dalam hukum kelautan internasional ada pembagian zona atau wilayah dari masing-masing negara. Meskipun ada banyak dasar tapi UNCLOS (United Nation Convention on the Law of Sea) adalah dasar yang diakui oleh dunia dan PBB.

Baca Juga:  Selidiki Kebakaran yang Tewaskan 3 Penghuni, Tim Forensik Puslabfor Diturunkan

Dimana berdasarkan itu, laut natuna bagian utara secara sah menjadi hak ekonomi kita. ZEE menjadi zona yang hanya boleh dilewati oleh banyak negara tapi tak boleh mengeksploitasi kekayaaan alam yang ada di dalamnya. Tapi praktkeknya di lapangan, Tiongkok tetap mengacu kepada nine dash tradisional mereka sehingga selalu kerap mengirim para nelayan-nelayan mereka dengan didampingi national coast guard China.

Kemudian sebuah kebijakan dari seorang pemimpin tentu akan berdampak kepada realitas hasil atau kinerja yang didapatkan di lapangan. Hal itu tampak jelas atau kontras perbedaan antara kebijakan yang sudah dikerjakan oleh Ibu Susi Pudjiastuti selama masa ia menjabat dengan Bapak Edhy Prabowo yang kini menjabat sebagai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jelas dan sangat tegas waktu itu dalam kepemimpinan Ibu Susi bahwa tiap-tiap kapal asing yang masuk dan datang ke Indonesia akan ditangkap dan akan ditenggelamkan. Dan selama masa kepemimpinan lebih dari 500 kapal sudah ditenggalamkan. Dengan kebijakan tersebut membuat para nelayan asing yang mencoba datang berpikir dua kali untuk datang dan mencuri ikan-ikan kita di zona ekonomi eksklusif Indonesia yang jauhnya sekitar 200 mil dari pantai Indonesia.