Tingkatkan Kepedulian COVID-19, Pembuat Kue Ini Bikin Cake Corona

Inanews – Walau sudah dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO sejak awal Maret 2020 lalu, serta angka kematian yang tidak sedikit. Namun faktanya di lapangan, masih banyak orang yang tidak terlalu peduli tentang virus corona dan penyakit COVID-19.

Melihat kondisi ini, seorang baker atau pembuat kue dan roti-roti di Palestina, mencoba meningkatkan kepedulian tentang virus corona dan COVID-19 dengan keahliannya sendiri. Ya, apalagi kalau bukan melalui kue yang ia buat.

Ialah Eyad Abu Rezqa, kepala bakery Al-Nada yang berlokasi di Khan Yunis, bagian selatan Gaza, Palestina. Eyad diketahui membuat corona cake, alias kue corona yang dibuat dengan bentuk bundar lalu dihias gambar wanita tengah mengenakan masker pelindung warna biru untuk menutupi bagian hidung dan mulutnya.

Tujuan Eyad membuat kue corona ini ialah bukan hanya sekedar meningkatkan kepedulian soal virus corona dan COVID-19 itu sendiri, namun juga mengkampanyekan kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga jarak satu sama lain.

Pertama kali Eyad membagikan hasil kreasi masakannya tersebut melalui media sosial. Lalu sekarang, menurut pengakuan Eyad begitu banyak orang yang memesan kue corona tersebut setiap harinya.

“Langsung menarik perhatian publik dalam konteks yang bagus, para pembeli mengatakan “saya ingin kue (corona cake) itu. Setiap harinya para pelanggan kami yang memesan kue masker ini bertambah,” ujar Eyad saat diwawancara AFP, seperti dikutip Arabnews, Selasa (7/4/2020).

Membuat kreasi kue bertemakan virus corona di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini. Eyad menegaskan, bahwa dirinya sama sekali tidak meremehkan risiko penyakit mematikan yang telah menewaskan lebih dari 50.000 orang tersebut. Justru ia mencoba untuk tetap semangat sambil meningkatkan kesadaran masyarakat.

Baca Juga:  Sebaran Pasien Virus Corona di Indonesia, 3.803 Sembuh, 1.076 Meninggal

Dalam proses pembuatannya, Eyad menekankan para staf di toko kue membuat kue corona pesanan para pelanggan dengan standar keamanan operasional, menggunakan pakaian pelindung.

Sementara itu, berdasarkan data dari otoritas kesehatan di Hamas, untuk kasus positif COVID-19, Gaza sendiri sejauh ini disebutkan sudah ada 12 kasus yang terkonfirmasi positif yang mana semua pasiennya sekarang tengah menjalani isolasi.