Terus Kebobolan, Nilai Bitcoin Merosot

Inanews – Dua platform pertukaran cryptocurrency global telah menjadi korban dari serangan hacker. Aksi kejahatan siber itu pun membuat keduanya kehilangan mata uang digital yang nilainya ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah

Salah satu korban tersebut adalah Bithumb, yang mengaku kecolongan koin virtual senilai 35 miliar won, atau sekitar Rp 445 miliar. Platform tersibuk keenam di dunia ini, menurut data dari coinmarketcap.com, mereka mengaku telah menyimpan seluruh aset milik kliennya ke dalam media penyimpanan yang tidak terkoneksi langsung dengan internet yang biasa disebut cold wallet.

Sedangkan satunya adalah Coinrail. Sama-sama berasal dari Korea Selatan, platform tersebut mengaku kehilangan sekitar 30% dari total koin virtual yang diperdagangkan, dengan nilai yang diperkirakan mencapai 40 miliar won, atau sekitar Rp 508 miliar.

Sama seperti Bithumb, Coinrail juga mengatakan 70% koin dan token yang masih tersisa juga disimpan ke cold wallet. Lebih jauh lagi, 2/3 dari total cryptocurrency yang dicuri pun sudah dibekukan lewat kerja sama dengan perusahaan yang menerbitkan mata uang digital bersangkutan.

Baca Juga : Nggak Bisa Ngebut, Skuter Listrik Ford Ojo Tak Perlu Surat-surat

Kecolongannya dua platform tersebut pun kembali menyorot keamanan pasar cryptocurrency global. Hal ini pun juga membuat salah satu mata uang virtual paling populer di dunia, Bitcoin, mengalami kemerosotan nilai.

Di berbagai platform jual beli Bitcoin global seperti Bitstamp dari Luksemburg dan Luno dari Inggris, nilai cryptocurrency tersebut kini berkisar pada USD 6.600 per keping, atau sekitar Rp 93 juta.

Bahkan, nilainya sempat merosot menjadi USD 6.299 tak lama setelah Coinrail mengalami kebobolan pada 11 Juni lalu. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 12 November 2017. Saat itu, nilai cryptocurrency tersebut sempat menyentuh angka USD 5.800.

Baca Juga:  Bitcoin Cash (BCH) Sedang Mempersiapkan Untuk Peningkatan Jaringan Baru

Jika dibandingkan dengan titik tertingginya pada pertengahan Desember tahun lalu, nilai Bitcoin sudah merosot sekitar 70%. Pada saat itu, nilai mata uang virtual tersebut hampir menyentuh angka USD 20.000 per kepingnya.

Tanda tanya pun bukan hanya menyasar ke Bitcoin. Korea Selatan pun juga patut berbenah karena kejadian pencurian mata uang digital tersebut berlangsung dalam rentang waktu sekitar 10 hari terakhir.

Terlebih, pada Desember lalu, salah satu platform pertukaran cryptocurrency asal Negeri Ginseng bernama Youbit mengumumkan bangkrut. Hal tersebut diputuskan setelah mengalami serangan hacker sebanyak dua kali.