Tanggapan terhadap Berita Bang Zul Memuji Pak Amien di Rakerwil PAN Surabaya

Inanews Pernyataan Bang Zul ini menunjukkan sikap santun dan hormatnya kepada Pak Amien sebagai pendiri partai. Sekaligus sebagai sindiran agar semua calon tampil gentlemen, mandiri, dan mampu mengkomunikasikan program dan visi kepemimpinan sehingga dipercaya kader untuk memimpin PAN.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya Zulkifli Hasan sudah menunjukkan kapasitas kepemimpinannya selama 5 tahun. Sangat debatable untuk menilai kepemimpinan Bang Zul gagal. Di ibukota PAN sukses, dan di daerah yang paling berat seperti Papua PAN juga sukses luar biasa mendapat 2 kursi DPR. Jadi sebagai partai politik yang bersifat nasional, PAN memiliki wibawa tersendiri. Kursi PAN turun hanya semata-mata di satu daerah provinsi Jateng PAN kehilangan semua kursinya yang sebelumnya memiliki 8 kursi.

Sebagian besar kader di seluruh Indonesia merasakan sendiri kehangatan kepemimpinan Bang Zul. ZH adalah pemimpin yang paling sering turun di daerah dibanding dengan semua Ketum pendahulunya.

Jadi semua kader merasakan kepemimpinan Bang Zul sukses. Hanya di Jateng kader merasakan PAN gagal yang sudah pasti bukan semata-mata karena kegagalan Ketum. Banyak faktor lain memberikan pengaruh terutama dinamika Pilpres.

Jadi kesimpulannya hampir semua kader puas dengan kepemimpinan ZH dan karena itu sebagai incumbent didaulat para kader di daerah untuk maju lagi. Sementara para penantang belum menunjukkan prestasinya dalam kepemimpinan partai. Mereka harus mampu meyakinkan memiliki program yang lebih baik.

Baca Juga:  Debat Bahasa Inggris/Arab Pilpres Bertentangan dengan UU