Tambah khasanah literatur ekonomi dan keuangan syariah, BI kembali rilis buku

Inanews – Saat ini perkembangan industri keuangan syariah cukup pesat, ditambah didorong oleh menggeliatnya pertumbuhan industri halal. Permintaan akan produk barang dan jasa yang sesuai dengan prinsip syariah juga mengalami kenaikan.

Produk barang dan jasa tersebut diantaranya wisata halal, kuliner, kosmetik, farmasi dan fesyen Islami. Pesatnya hal ini tentu perlu diimbangi dengan penyediaan SDM yang secara kualitas san kuantitas memadai.

Tak ketinggalan Bank Indonesia turut berkontribusi secara konsisten dalam memberikan sarana pengembangan SDM berupa pelatihan, lokakarya maupun seminar di skala nasional maupun internasional.

Bank Indonesia (BI) sejauh ini juga telah berkontribusi dalam penyediaan kelengkapan pengajaran seperti jurnal ilmiah dan buku literatur.

Melalui Bank Indonesia Institute, BI kembali menerbitkan buku ke tujuh dan delapannya bertepatan dengan acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Indonesia di Surabaya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menuturkan buku ke tujuh berjudul ‘Keuangan Publik dan Sosial Islam: Teori dan Praktik’ mengupas mengenai konsep Instrumen Keuangan Publik dan potensinya yang besar.

Sementara buku ke delapan berjudul ‘Model Bisnis Keuangan Mikro Syariah Indonesia’ memberikan pemahaman mengenai model bisnis mikro syariah.

“Saat ini digital masuk di semua aspek yang harus digunakan sebagai tools bagi pengembangan ekonomi syariah. Untuk platform ekonomi syariah mengalami growth yang tinggi yakni 105% year on year,” terang Dody dalam acara seminar dan peluncuran buku ke tujuh dan delapan mengenai ekonomi dan keuangan syariah di Grand City Surabaya pada Kamis (7/11).

Kepala BI Institute Solikin M Juhro menuturkan penyusunan dua buku tersebut melalui beberapa tahap, yaitu pertama studi pustaka dimana mengeksplorasi informasi terkait topik dengan sangat rinci dan dilanjutkan dengan pemilihan materi berharga dan ‘valid’ untuk dituliskan.

Baca Juga:  Enggartiasto Tuding Impor TPT Bocor, Ini Jawaban Sri Mulyani

Kedua, focus group discussion (FGD) dengan para pakar ekonomi dan keuangan syariah dalam mengidentifikasi teori dan filosofi dari tema-tema utama dalam praktik ekonomi dan keuangan syariah, serta praktisi dalam mengklarifikasi bentuk-bentuk aplikasi praktik syariah yang telah diterapkan di lapangan.

Keempat, melakukan quality control oleh pakar dan ahli bahasa dalam memastikan kualitas hasil penulisan, baik secara isi tulisan maupun secara bahasa.

Solikin menyebut pihaknya berharap kedua buku tersebut mampu melengkapi seri buku sebelumnya, yang yang utama adalah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat umum dan masyarakat akademisi khususnya mengetahui tentang dinamika praktik keuangan mikro syariah yang ada di Indonesia dan bentuk serta latar belakang praktik kebijakan keuangan publik dan sosial di Indonesia.

Tak hanya berkontribusi dengan meluncurkan buku, Bank Indonesia melalui BI Institute juga menerbitkan literatur untuk kategori jurnal ilmiah berupa Bulletin of Monetary Economic and Banking (BMEB) dan Journal of Islamic Monetary Economic and Finance (JIMF).

“Ini peluncuran buku ke tujuh dan ke delapan oleh Bank Indonesia dalam kurun waktu empat tahun ke belakang,” ujar Solihin.