Soal “Pemagaran” Laut, Menteri Susi Bandingkan RI dengan Singapura dan Australia

Inanews – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastutiterus menenggelamkan kapal pencuri ikan. Penenggelaman kapal ini sebagai bentuk ketegasan terhadap kedaulatan wilayah kelautan Indonesia.

Susi pun menilai Indonesia bisa menyamakan Singapura dalam hal integritas “pemagaran laut”.

“Singapura yang kecil pun tidak memagari lautnya dengan kapal-kapal perang, namun Singapura memagari dengan akuntibiltas, integritas, dan ketegasan. Walaupun kecil, negara ini disegani di Asia bahkan di dunia. Nah, kita Indonesia ini juga bisa, bukan tidak bisa,” sebut Menteri Susi dalam siaran pers, Minggu (12/5/2019).

Menurut Susi, negara Indonesia tidak mungkin melakukan pemagaran laut dengan kekuatan militer secara terus-menerus. Sama seperti Singapura, pemagaran laut harus didasari dengan ketegasan.

“Negara tidak mungkin melakukan pemagaran laut dengan kekuatan militer secara terus-menerus. Berarti kita harus disegani, kita ini harus menunjukkan bahwa kita tegas dan konsisten serta tidak main-main dalam penegakan hukum. Itulah pagar terbaik laut kita,” ucapnya.

Selain Singapura, Susi pun membandingkannya dengan negara lain yang juga memiliki integritas dalam memerangi pencuri ikan di wilayah teritorinya.

“Hal ini juga diterapkan di negara lain seperti Australia yang membakar kapal Indonesia bila masuk dan menangkap ikan secara ilegal di perairan mereka,” ujar Menteri Susi.

Untuk itu, Menteri Susi selalu konsisten menenggelamkan kapal ikan. Berkat konsistensinya, Indonesia mengalami peningkatan produksi ikan yang signifikan.

Data KKP menunjukkan, produksi tuna terus meningkat sejak tahun 2015. Pada tahun 2015, produksi tuna Indonesia secara total sebanyak 670.512 ton, meningkat menjadi 714.148 ton di tahun 2016 dan 760.781 ton di tahun 2017.

Baca Juga:  KABAR GLOBAL 5 MARET: Ketika Harapan Hidup Lebih Besar di Negara Kecil, Singapura Perbesar Anggaran Riset