Saat Penyerahan Jasad Teridentifikasi, Pihak Lion Air Kembali Minta Maaf

Inanews – Pada saat penyerahan jenazah penumpang pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610, Kamis (8/11/2018) malam pihak Lion Air meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban atas kecelakaan yang menyebabkan 189 penumpang dan kru pesawat kehilangan nyawanya

Ucapan duka dan belasungkawa tersebut disampaikan oleh Direktur ATC Lion Air Kapten Dibyo Soesilo. Ia berharap agar keluarga yang ditinggalkan dapat diberi ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan itu.

“Kami mengucapkan duka sedalam-dalamnya kepada saudara kami, almarhum, almarhumah yang telah mendahului kami. Semoga diampuni dosa-dosanya, diterima amal baiknya, dilapangkan kuburnya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, diberikan ketabahan,” ujar Dibyo pada proses simbolis penyerahan jenazah, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tidak hanya ucapan belasungkawa, pihak Lion Air pun meminta maaf kepada pihak keluarga penumpang atas kecelakaan pesawat pada Senin (29/10/2018) lalu. “Kami atas nama Lion air mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini pelajaran buat kami. Dan kami bertanggung jawab sampai dengan proses pemakaman sesuai kebutuhan keluarga,” ungkap Dibyo.

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, proses penyerahan jenazah secara simbolis ini diselimuti kesedihan yang mendalam. Bahkam tidak sedikit pihak keluarga penumpang yang tak kuat membendung air matanya. Bak keran bocor, air mata terus mengalir begitu saja.

Seperti nenek dari Radhika Widjaya dan Rafezha Widjaya, Idariyani (48) tak kuasa menahan gejolak emosi yang menguasai perasaanya. Perempuan berusia 48 tahun ini pun terlihat memeluk peti dari kedua cucu lelakinya ini, air mata pun tak dapat ditahannya lebih lama. Beberapa kali Ida memeluk dalam waktu cukup lama.

Bukan hanya Ida saja, pihak keluarga pun kerabat dari Sahabudin terlihat memeluk dan memegangi peti jenazah tersebut. Tangis dan kesedihan pun mewarnai prosesi penyerahan jenazah tadi, seperti malam-malam begitu.

Diketahui penumpang atas nama Resti Amelia telah berhasil teridentifikasi pada Senin (5/11/2018) lalu, kemudian sang suami, Daniel, berhasil teridentifikasi pada Selasa (6/11/2018) lalu. Hari ini (8/11/2018), kedua putra Resti dan Daniel berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis.

Terhitung sejak Rabu (31/10/2018) hingga Rabu sore ini, sudah 51 penumpang yang berhasil teridentifikasi. Dengan kata lain, masih ada 138 penumpang lainnya yang belum teridentifikasi.

“Hingga kini penumpang yang berhasil teridentifikasi sebanyak 51 penumpang dengan rincian lelaki 40 orang dan perempuan 11,” jelas Commander DVI Kombes Pol Lisda Cancer.

(Visited 10 times, 3 visits today)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of