Saat Penentuan Harga Bitcoin, Terus Turun atau Balik Naik?

Inanews – Harga Bitcoin Berjangka CME menunjukan tren penguatan terhadap Dolar AS. Harga BTC masih berisiko melemah jika gagal bertahan di atas level support di $9.200.

Menurut laporan yang dilansir NewsBTC Kamis (07/11) petang, selama tiga sesi terakhir bitcoin mengalami penurunan stabil di bawah level pivot $9.400 terhadap Dolar AS. BTC menghadapi peningkatan minat jual di bawah $9.375, tetapi masih bertahan di level simple moving average 100 jam.

Kenaikan tertinggi terakhir berada di sekitar $9.440 sebelum harga turun menuju wilayah support $9.200. Level terendah terbaru ada di $9.257.

Level resisten terdekat terletak di atas kisaran $9,350 – $9,360. Level tersebut bertepatan dengan Fibo retracement 50% dalam penurunan terbaru dari level tertinggi $9,440 hingga terendah $9,257.

Selain itu, ada pola segitiga utama yang terbentuk dengan resisten di dekat level $9.360 pada grafik per jam dari pasangan BTC/USD. Oleh karena itu, penembusan naik di atas level resisten $9.360 dan $9.400 dapat menentukan pergerakan naik dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, jika ada penembusan di atas $9.360 dan $9.400, mungkin bitcoin akan tetap menguat dalam waktu singkat. Resisten utama berikutnya adalah di kisaran level $9.440, jika di atasnya harga cenderung berakselerasi menuju area $9.500.

Baca Juga:  Apakah Ethereum Cocok Jadi Investasi Terbaik dan Menguntungkan di 2019?