Rupiah bisa makin tertekan, ini sebabnya

Inanews – Nilai tukar rupiah menembus Rp 14.700 per dolar Amerika Serikat (AS), Jumat (31/8).

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah ditutup pada Rp 14.710 melemah 0,20%. Tak hanya rupiah yang melemah, mata uang di negara Asia lainnya juga tertekan oleh penguatan dollar AS.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengungkapkan pelemahan rupiah ini menjadi bagian dalam kondisi global terkait dengan Presiden AS Donald Trump yang mau mengenakan tarif impor baru bagi China. Rencana inilah yang menyebabkan mata uang emerging market makin melemah.

Secara fundamental, persoalan dalam negeri masih terkait defisit transaksi berjalan. Namun jika dilihat dari segi rasio defisit terhadap PDB, posisi Indonesia masih moderat, tidak seperti negara-negara yang sedang krisis seperti Turki dan Argentina.

Baca Juga : Manfaatkan Diskon BP 73% Tambah Daya Listrik, Hidup Lebih Nyaman dan Menarik 

Untuk proyeksi di akhir tahun ini David mengatakan jika rupiah masih tergantung eksternal. Posisi spekulatif dollar AS di pasar valas global juga membesar. Jadi kalau ada berita-berita negatif, dollar AS bisa berbalik melemah. Misal data ekonomi AS kembali menunjukkan pelemahan atau jika AS dan China mencapai kesepatan dan isu perang dagang mereda.

David menambahkan rupiah bisa melemah ke arah Rp 15.000 kalau kondisi eksternalnya masih jelek. Tapi kalau misalnya kondisi eksternal membaik, rupiah bisa kembali ke arah Rp 14.000. “Tergantung dengan perkembangan eksternal dan BI kan juga melakukan transaksi di pasar uang (smoothing) dalam rangka mengurangi volatilitas,” kata David.

Reny Eka Putri, Ekonom Bank Mandiri menyatakan, dalam dua hari terakhir, rupiah tembus ke Rp 14.700 karena terseret emerging market terutama mata uang Turki dan Argentina. Untuk sentimen domestik, Reny menambahkan jika akhir bulan ini memang tidak banyak data domestik yang keluar. “Mayoritas dari domestik tak ada sentimen, sedangkan eksternal sedang banyak, dan itulah yang menekan rupiah,” kata Reny.

Baca Juga:  FITRA: Desa Harus Diberi Keleluasaan Untuk Gunakan Anggaran Dana Desa

Reny memproyeksikan, rupiah bisa berada di Rp 14.635 pada akhir tahun dengan pertimbangan kenaikan suku bunga The Fed dua kali. Efek perambatan dari Argentina dan Turki ke Indonesia bisa berlangsung dalam jangka pendek ataupun jangka menengah.

kredit : investasi.kontan.co.id