Roti Tertua Ditemukan, Roti Diusulkan Jadi Menu Diet Paleo

Inanews – Roti tertua di dunia telah ditemukan di utara Yordania, baru-baru ini. Remahan roti yang tersisa dalam tungku api berusia 14.500 tahun itu pun diusulkan sebagai menu diet paleo.

Penemuan roti ini pun menimbulkan adanya pemikiran bahwa roti juga termasuk dalam menu diet zaman dulu.

Seperti diketahui, diet paleo merupakan diet yang diadaptasi dari kebiasaan makan nenek moyang pada zaman dulu. Sesuai namanya, manusia pada masa paleolitikum hanya mengonsumsi makanan dari hasil berburu dan meramu dari alam. Sehingga tidak ada proses pengolahan sebelum dikonsumsi.

Baca Juga : Resep Ayam Bakar Madu Favorit Keluarga

Dikutip dari Webmd, Loren Cordain, PhD, penulis buku The Paleo Diet mengatakan bahwa diet ini diklaim dapat membuat tubuh manusia menjadi lebih ramping dan mengurasi risiko penyakit diabetes, jantung, kanker, dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, diet zaman batu itu menurut beberapa studi juga diyakini dapat menurunkan berat badan tanpa harus memangkas kalori.

Sebelumnya, telah disebutkan bahwa ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh para pelaku diet paleo. Dikutip dari Healthline, makanan tersebut di antaranya gula (seperti dalam soft drink, permen, dan es krim), tepung (termasuk roti dan pasta, gandum, barley), ragam produk susu, minyak sayur, lemak trans, pemanis buatan, dan makanan instan (seperti mi dan variasi nugget).

Sebaliknya, makanan yang disarankan untuk diet paleo antara lain daging, ikan, seafood, telur, sayur, buah, umbi, kacang-kacangan, minyak sehat (seperti dalam minyak zaitun, minyak kelapa, minyak alpukat), serta gula dan rempah (garam laut, bawang, kunyit).

Walaupun roti telah diusulkan sebagai menu diet paleo, namun Ehud Weiss, peneliti dari Universitas Bar-Ilan mengatakan bahwa makanan ini kurang cocok jika diterapkan dalam masa ini. Alasannya, roti adalah makanan olahan dengan campuran berbagai bahan.

Baca Juga:  Combro singkong isi oncom kemangi

“Salah satu aspek menarik dari merekonstruksi pola makan nenek moyang kita adalah teknologi yang mereka gunakan,” kata Weiss, seperti dikutip dari Gizmodo.

“Di sini, jelas orang-orang ini menggiling dan mencampurkan beberapa jenis bahan makanan, sereal, dan makanan dari akar-akaran untuk menciptakan produk yang dipanggang.”

Weiss mengatakan penting untuk mengingat bahwa kembalinya kalori adalah masalah utama untuk diet ini. Makanan yang digiling dan dipanggang memiliki indeks glikemik (GI) lebih tinggi daripada makanan mentah. Artinya, karbohidrat yang terkandung dalam roti dapat mempengaruhi kadar glukosa dalam darah.

“Hari ini kami menggunakan GI sebagai alat agar terhindar dari makanan yang terlalu banyak gula ke aliran darah kami,” katanya.

“Bagi para pemburu yang berjuang mendapatkan lebih banyak energi di lingkungan kurang bersahabat, tentu situasinya berbeda. Kemampuan untuk meningkatkan jumlah kalori dari makanan mereka, merupakan langkah penting dalam pengembangan nutrisi manusia.”

Sebagai catatan, diet paleo ini tidak selalu berhubungan dengan orang-orang yang hidup pada zaman purba. Terlebih lagi, belum ada penelitian tentang pola makan leluhur yang “paling sehat”.

Ketika berbicara tentang diet yang seimbang dan sehat, maka Anda harus makan banyak sayuran dan buah, serta memilih biji-bijian utuh. Selain itu penting juga untuk menghindari makanan-makanan olahan, terutama yang mengandung gula.