Roro Fitria Masih Shock Hingga Mual-Mual Pasca Dituntut 5 Tahun Penjara

Inanews – Roro Fitria saat ini masih terus menjalani sidang terkait kasus narkoba yang menjeratnya. Pihak Roro bersikeras mengajukan rehabilitasi, sementara itu pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) melayangkan tuntutan 5 tahun penjara dan denda 1 miliar.

Seperti diketahui, Roro ditangkap ketika kedapatan memesan narkoba dari seseorang. Ia memang belum sempat menggunakannya, maka tak heran jika hasil tes urine-nya negatif. Meskipun begitu Ia tetap harus menjalani proses sidang untuk menentukan masa hukumannya.

“Masih kurang enak badan, saya mohon supaya majelis yang mulia bisa mengabulkan pledoi saya, bisa mengambil keputusan seadil-adilnya karena memang yang namanya pengguna, pemakai yang seyogyanya harus direhabilitasi, bukan untuk dipenjara.

Terimakasih buat temen-temen sekalian karena sangat berarti buat saya, mohon doa dan support,” ujar Roro saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Beberapa waktu lalu pada sesi sidang terakhir, Roro jatuh pingsan seusai pihak JPU melayangkan tuntutan 5 tahun penjara. Sejak saat itu, kondisi bintang film BANGKITNYA SUSTER GEPENG ini menurun drastis.

“Insya Allah (kuat) walaupun saya kurang enak badan. Sejak seminggu yang lalu saya pingsan karena saya kepikiran terus, masih shock sampe sekarang. Makan, mual, makan, mual gitu terus,” sambung Roro.

Selama sekitar 9 bulan berada dalam tahanan membuat Roro sangat tertekan. Wanita berusia 28 tahun ini menyesali kesalahan fatal yang telah dilakukannya tersebut.

“Saya sangat trauma, tekanan psikis. Saya dalam penjara sangat tidak kuat, jadi saya mohon.. Insya Allah (kuat). Amin. Selama 8 bulan, hampir 9 bulan saya tinggal di penjara itu sangat tidak nyaman, kebebasan kemerdekaan kita terhempas, kita tidak bisa sosialisasi seperti sebelumnya.

Baca Juga:  Resmi Tunangan, Leonardo DiCaprio Tak Siap Nikahi Camila Morrone

Saya cukup menyesal sudah melakukan penyalahgunaan narkoba ini dan tidak akan mengulangi lagi karena bener-bener kapok dan kesalahan fatal dalam hidup saya,” pungkas Roro.

Roro yang merasa bukanlah seorang pengedar tidak terima jika sebutan itu dialamatkan padanya. Karena itulah Ia menyiapkan pembelaan atau yang akrab disebut sebagai pledoi. Sejauh ini Roro Fitria mengaku optimis dengan pledoinya.

“Optimis, Insya Allah,” jawabnya singkat saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Namun hingga saat ini pihak Roro Fitria sendiri belum bicara soal materi pledoinya. Akankah ia mengajukan keringanan hukuman penjara? Atau malah menginginkan rehabilitasi karena Ia tidak merasa sebagai pengedar? Kita tunggu saja kabar selanjutnya.