Piala Dunia 2018: Banyak Drama di Menit-Menit Akhir

 Inanews – Jika Anda menyukai laga-laga yang berakhir dramatis, Piala Dunia 2018 menjadi tontonan wajib. Banyak drama yang terjadi saat laga mendekati akhir.

Tendangan bebas Cristiano Ronaldo ke gawang Spanyol menyelamatkan Portugal dari kekalahan, gol Salem Al-Dawsari membantu comeback Arab Saudi saat melawan Mesir, tembakan Marcos Rojo ke gawang Nigeria menjadi penentu kelolosan Argentina ke babak 16 besar, tendangan bebas Toni Kroos memastikan kemenangan Jerman atas Swedia, sementara gol Kim Young-gwon ke gawang Jerman mewarnai kemenangan sensasional Korea Selatan.

Baca juga :  Mengukur Kekuatan Negara di 16 Besar Piala Dunia 2018

Selain momen-momen yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa momen serupa lainnya di Piala Dunia 2018. Momen-momen itu punya kesamaan, yaitu terjadi di menit-menit akhir pertandingan.

Statistik yang disediakan oleh Opta menunjukkan bahwa babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 menghasilkan lebih banyak gol vital di menit-menit akhir dibandingkan babak penyisihan grup dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Dari 122 gol yang tercipta di babak penyisihan grup Piala Dunia 2018, 26 gol di antaranya lahir setelah menit ke-80. Dari 26 gol tersebut, 13 di antaranya (atau 50 persen) merupakan gol penentu kemenangan atau gol penyama kedudukan.

Sebagai perbandingan, selama babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brasil, 26 gol juga tercipta setelah menit ke-80. Namun, cuma delapan (atau 31 persen) yang menjadi gol penentu.

Sementara itu, di Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan, ada 20 gol yang tercipta setelah menit ke-80. Hanya lima di antaranya (atau 25 persen) yang menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

“Ada begitu banyak gol di menit-menit akhir. Anda juga butuh keberuntungan untuk mendapatkannya,” kata pemain Jerman, Marco Reus, setelah timnya mengalahkan Swedia 2-1 berkat tendangan bebas Kroos di menit kelima injury time.

Banyaknya gol di menit-menit akhir sedikit banyak berkaitan dengan penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2018. Adanya VAR membuat pertandingan lebih banyak terhenti, yang otomatis menambah durasi injury time. Hal ini memperbesar kesempatan lahirnya gol.

Baca Juga:  Rahasia Kapten Timnas Jepang Makoto Hasebe Tetap Kalem di Piala Dunia 2018

“Para bek juga sudah kelelahan. Gampang bagi kita untuk menonton dari atas sofa dan tidak menyadari bahwa para pemain ini sudah berlari sepanjang enam mil (kurang lebih 9,6 km) selama dua jam terakhir,” kata Alex Olshansky, seorang analis sepakbola independen .