Penyebab Rupiah Menguat ke Rp14.500/USD

Inanews – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian perkasa ke level Rp14.500 per USD. Berdasarkan Bloomberg Dollar Index hari ini, pukul 16.08 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat ke level Rp14.590 per USD.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, mengatakan bahwa pada awal bulan November ini, sentimen di pasar keuangan global cenderung membaik terindikasi dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang.

“Pelemahan dolar AS ini dilatarbelakangi oleh potensi resolusi dari negosiasi perdagangan antara pemerintah AS dan Tiongkok yang mendorong penguatan riskier assets. Tren penurunan harga minyak dunia juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak termasuk Rupiah,” ujarnya kepada Inanews, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, lanjut dia, pelemahan dolar AS juga didorong oleh potensi kemenangan kubu democrat pada midterm election. Sepanjang bulan November ini, investor asing membukukan pembelian bersih di pasar saham sebesar USD289,4 juta month to date (mtd).

“Sementara kepemilikan investor asing pada SBN juga cenderung meningkat sekitar USD340 juta mtd sehingga mendorong penurunan yield SUN bertenor 10 tahun sebesar 42bps (MTD) menjadi sekitar 8,13%. Foreign inflow yang meningkat sejak akhir bulan Oktober hingga saat ini telah mendorong penurunan volatilitas Rupiah menjadi sekitar 7,6% dari level 10% pada pertengahan bulan Oktober yang lalu,” jelasnya.

Dia menjelaskan, implementasi DNDF direspon positif oleh pelaku pasar dan mendorong diversifikasi risiko permintaan dollar di pasar spot dan memberikan alternatif hedging bagi offshore player.

“Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia sepanjang bulan November ini yakni dengan terapresiasi sekitar 4,2% mtd meskipun masih terdepresiasi 7,0% ytd,” tuturnya.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of