Penulis Buku Rich Dad Poor Dad Sebut Bitcoin ‘Uang Rakyat’

Inanews – Robert Kiyosaki mengkritik pemerintah Amerika yang terus mencetak uang sebagai tanggapan terhadap mewabahnya pandemi covid-19 seraya menyebut bitcoin sebagai “uang rakyat.”

Kiyosaki, yang terkenal karena seri bukunya berjudul Rich Dad Poor Dad, mencuit pada 1 April seperti dilansir CryptoGlobe Kamis (02/04) mengkritik kebijakan ekonomi AS baru-baru ini dengan gagasan agar menghemat uang.

Melansir data Investing.com pukul 10.18 WIB, Bitcoin Berjangka CME terus melonjak 3,16% ke $6.822,9.

Penulis itu mengecam skema pencetakan uang The Fed sebagai tanggapan terhadap pandemi covid-19 di saat bank-bank sentral di seluruh dunia menggelontorkan triliunan uang kertas baru untuk memerangi resesi yang mengancam.

Kiyosaki mengatakan kepada investor untuk agar menyimpan emas atau bitcoin Bitcoin (BitfinexUSD) sebagai “uang rakyat” ketimbang mengandalkan uang fiat (kertas).

Pemerintah di seluruh dunia telah merespons dampak ekonomi akibat covid-19 dengan mengeluarkan kebijakan “pelonggaran kuantitatif,” yang oleh beberapa kritikus disebut sebagai “skema pencetakan uang.”

Pekan lalu, Gedung Putih dan Kongres AS mengumumkan paket stimulus $2 triliun, yang akan mencakup pinjaman $500 miliar bagi usaha yang merugi akibat virus dan bantuan tunai langsung senilai $250 miliar bagi warga Amerika.

Baca Juga:  Monero Menuju ke $ 18k, Ripple Price Primed untuk 97% Crash: Penelitian