Pengeluaran Membengkak saat Ramadhan, Bagaimana Mengantisipasinya?

Inanews  – Bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Umumnya, di bulan Ramadhan pengeluaran seseorang akan jauh lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Mengapa demikian?

Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Indarto menjelaskan, ketika Ramadhan, kecenderungan konsumsi seseorang lebih didasarkan karena keinginan, bukan kebutuhan.

“Kalau hari biasa kita makan karena kebutuhan ya, karena katakanlah nasi lauk seadanya, ketika Ramadhan dan merasa itu spesial kita pinginnya harus makan spesial. Dan biasanya isinya keinginan tuh, kalau makan enggak lengkap kalau enggak ada kolaknya, enggak ada tambahan gorengan,” ujar Eko ketika dihubungi Inanews .

Untuk mengantisipasi bengkaknya pengeluaran saat Ramadhan tersebut, Eko mengatakan, sebaiknya dibuat anggaran yang pasti. Dengan demikian, pengeluaran apa yang menjadi prioritas dan tidak bisa diketahui.

“Jadi misalnya karena kita tahu Ramadhan 30 hari, kita juga tahu potensi penghasilan yang kita dapatkan dan kita tahu berapa pengeluaran kita ketika Idul Fitri maka sisanya adalah dana yang seharusya kita gunakan selama Ramadhan,” jelas Eko.

“Jadi harus dibatasi penggunaan per hari, per minggu sehingga mau enggak mau ketika Idul Fitri masih ada dana untuk kehidupan besok,” jelas dia.

Baca Juga:  Demi Kumpulkan Banyak Uang, Raffi Ahmad Kerja 20 Jam per Hari Selama Ramadhan