Mitos dan Fakta Seputar Daging Sapi yang Harus Anda Ketahui

Inanews – Banyak mitos yang beredar di telinga masyarakat seputar daging sapi. Beberapa diantaranya membuat orang kurang tepat dalam mengolahnya, bahkan enggan mengonsumsinya.

Padahal, sebenarnya daging sapi baik untuk dikonsumsi asalkan dalam porsi yang tepat. Berikut mitos dan fakta seputar daging sapi yang wajib Anda ketahui.

Daging sapi harus dicuci sebelum diolah

Banyak yang mengatakan, sebelum diolah daging sapi harus dicuci sampai cairan yang dikeluarkan menjadi jernih. Faktanya, cairan yang keluar tersebut adalah juice daging. Sehingga kalau dihilangkan daging akan terasa keras teksturnya dan tidak juicy lagi.

Daging sapi memiliki kandungan lemak yang tinggi

Lemak pada daging sapi, terutama daging sapi Australia antara 2-11 gram per 100 gram daging sapi, tergantung jenis potongannya. Jika dibandingkan dengan daging ayam, kandungan lemak ayam lebih tinggi yakni 7-14 gram per 100 gram tergantung dari jenis ayam dan potongannya. Daging sapi juga kaya akan nutrisi, memiliki kandungan zat besi dan seng yang tinggi.

Untuk mendapatkan daging sapi dengan kandungan lemak yang rendah, pilihlah antara daging tumis, silverside, eye fillet, top side, dan tenderloin.

Daging yang dimasak setengah matang masih mengandung darah

Seringkali kita mendengar kalau daging sapi harus dimasak sampai benar-benar matang bahkan overcooked karena kalau tidak matang daging masih berdarah. Faktanya, cairan yang menetes atau bagian daging yang masih berwarna kemerahan itu adalah jus dari daging, bukan darah. Justru daging yang dimasak terlalu lama tidak terasa juicy lagi.

Mengonsumsi daging sapi membuat pencernaan tidak lancar

Jika daging diolah dengan cara dicuci bersih sampai juicy-nya hilang atau dimasak terlalu matang, tentu akan menjadikan tekstur daging lebih keras. Bila menggunakan daging sapi Australia teksturnya pasti lebih lembut.

Baca Juga:  Cumi Petai Sambal Bawang yang Bikin Selera Makan Bertambah

Pilihlah daging yang mudah dikunyah seperti daging giling, daging tumis, ataupun daging sukiyaki.

Daging sapi Australia tidak halal

Daging sapi yang dikirim ke Indonesia telah disembelih oleh penyembelih muslim sesuai syariat islam. Petugas penyembelih adalah seorang Muslim yang bersertifikat, begitu juga dengan petugas pemeriksa halal yang sudah diakui oleh Indonesia dan Pemerintah Australia.

Semua daging sapi Australia dijamin kehalalannya dengan adanya akreditasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).