Longsor Putus Akses Dua Desa dan Gudang Pengolahan Kayu di Banyuwangi

Inanews – Akses dua desa di Kecamatan Licin, Banyuwangi terputus akibat longsor. Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan sejak Minggu (17/5) sore. Longsor juga menimbun gudang pengolahan kayu di sekitar lokasi. Hingga sore tadi, BPBD Banyuwangi melakukan pembersihan jalan yang terputus longsor. Tak hanya itu, warga juga membersihkan bengkel bubut kayu yang tertimbun. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Informasi yang kita terima longsor sekitar jam 03.00 WIB, saat waktu sahur tadi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Cuman material longsoran memutus akses jalan Desa Kluncing dan Desa Pakel,” kata Camat Licin Hartono, saat berada di lokasi, Senin (18/5/2020). Atas kejadian tersebut, pihaknya langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk membersihkan material longsor, agar jalan bisa kembali dilalui kendaraan.

“Dibantu alat berat, warga bersama relawan BPBD gotong royong membersihkan material longsor dengan cara manual,” imbuhnya. Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan. Sebab saat ini intensitas curah hujan cukup tinggi sehingga rawan terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir. “Kebetulan Kecamatan Licin ini masuk wilayah kerawanan bencana longsor kategori tinggi, mengingat posisinya yang berada di lereng Pegunungan Ijen.

Juga banyak tebing-tebing yang menjulang tinggi di sepanjang jalan. Sehingga rentan terjadi longsor saat intensitas hujan lebat,” imbuhnya. BPBD, kata Eka, sudah melakukan pemetaan sejumlah wilayah yang masuk zona merah bencana longsor. “Untuk kawasan rawan longsor, hasil identifikasi kita ada 11 kecamatan di wilayah kaki pegunungan.

Mulai dari Wongsorejo hingga Kalibaru,” paparnya. Untuk itu, Eka mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Mengingat tidak ada satu pun yang bisa memprediksi kapan bencana datang. “Bila perlu, masyarakat jangan keluar rumah ketika intensitas hujan tinggi. Jika terjadi bencana, segera laporkan ke pemerintah terdekat. Sehingga kita bisa segera lakukan penanggulangan,” pungkas Eka.

Baca Juga:  Gempa 5,1 SR Kembali Terjadi di NTT