Kasus e-KTP, Politikus PD Nurhayati Bungkam Usai Diperiksa KPK

Inanews –  Waketum Partai Demokrat (PD) Nurhayati Ali Assegaf bungkam setelah menjalani pemeriksaan penyidik KPK. Nurhayati diperiksa sebagai saksi kasus proyek e-KTP.

Nurhayati keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (26/6/2018) pukul 15.25 WIB. Nurhayati tidak menanggapi pertanyaan para awak media terkait pemeriksaan yang dijalaninya.

Baca juga :  Pilkada Rasa Pilpres, 5 Provinsi Jadi Penentu

Nurhayati terus diam sembari berjalan menuju mobil pribadinya. Anggota DPR itu tidak mengeluarkan komentar apapun saat dikonfirmasi soal penerimaan uang USD 100 ribu dari Irvanto Hendra Pambudi.

Sebelumnya, KPK memanggil lima orang saksi kasus proyek e-KTP untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. Saksi yang dipanggil yaitu, Politikus Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, mantan Ketua DPR Marzuki Alie, eks anggota DPR Taufiq Effendi, eks anggota DPR Djamal Aziz dan wiraswasta Alexander Wunaryo.

Kasus e-KTP, Politikus PD Nurhayati Bungkam Usai Diperiksa KPKFoto: Waketum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf usai diperiksa KPK.

Nurhayati, Marzuki dan Djamal memenuhi panggilan penyidik KPK pada hari ini.

Terakhir kali Irvanto dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Anang Sugiana Sudihardjo pernah menyebut sejumlah anggota DPR yang menerima aliran duit haram e-KTP, salah satunya Nurhayati.

“Rinciannya: USD 1 juta untuk Chairuman (Harahap); pertama 500 (ribu USD) berikutnya 1 juta (USD), terus ke Pak (Melchias Marcus) Mekeng USD 1 juta, terus ke Pak Agun (Gunandjar) USD 500 ribu dan USD 1 juta, terus Jafar (Hafsah) USD 100 ribu, ke Ibu Nur (Ali) Assegaf USD 100 ribu,” kata Irvanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Namun Nurhayati pernah membantah pernyataan keponakan Setya Novanto itu. Nurhayati menyebut tudingan itu sebagai fitnah sadis di bulan Ramadan.

Baca Juga:  PAN Ungkap Isi Pertemuan Zulkifli-Jokowi