Jepang Larang Pembuatan Akun Baru, Nilai Bitcoin Jatuh 9%

Inanews – Harga Bitcoin mengalami penurunan sampai 9% pada perdagangan kemarin setelah regulator keuangan Jepang menangguhkan pembuatan akun baru untuk mencegah pencucian uang. Sementara sejak awal tahun harga Bitocin sudah turun drastis dari US$ 20.000 pada Desember 2017.

Penurunan harga yang signifikan ini membuat harga Bitcoin ditutup di level US$ 6.081, pertama kalinya menembus nilai di bawah US$ 6.400 sejak 6 Februari 2018.

Perintah pengangguhan pembuatan akun baru ini dikeluarkan oleh Lembaga Keuangan Jepang yang memimpin bitFlyer dengan tujuan untuk membuat perbaikan terutama dalam langkah menghetikan pencucian uang dan pendanaan teroris.

“Manajemen kami dan semua karyawan bersatu dalam pemahaman kami tentang seberapa serius masalah ini, serta seberapa serius kami dalam menanggapi mereka,” kata bitFlyer, Sabtu (23/6/2018).

Baca Juga : Ngabalin Siap Fasilitasi Prabowo ke Pemerintah soal Data LRT

Selain bitFlyer, lima bursa Bitcoin lainnya juga menerima perintah penangguhan ini yang juga ditemukan kelemahannya dalam mengontrol tindak pencucian uang melalui mata uang kripto ini.

“Dalam jangka panjang, ia membangun ekosistem yang lebih baik dan memastikan ini adalah kelas aset yang sah,” kata Brian Kelly, pendiri dan CEO BKCM.

Menurut dia, langkah ini akan mengurangi dana masuk ke bursa mata uang kripto dalam jangka pendek di Jepang. Padahal sampai saat ini Jepang menguasai lebih dari 60% dari volum harian perdagangan mata uang digital, menurut data dari situs analisis pasar CryptoCompare.

Tak hanya itu, belakangan pemberitaan kecil lainnya mengenai mata uang kripto sudah berdampak pada aksi jual besar-besaran pada instrumen ini. Analis teknikal dan pendiri Newton Advisors Mark Newton mengatakan belakangan aksi jual lebih mendominasi pasar ini dan mulai berkurangnya peminat mata uang digital.

Baca Juga:  Tak Mau Ketinggalan Dari Negara Lain, Kini Giliran Dubai Hadirkan ATM Bitcoin!

Dia memperkirakan dalam dua hingga tingga minggu ke depan nilai Bitcoin bisa terjun bebas ke US$ 5.000 sebelum akhirinya menyentuh harga terendahnya.

Tak hanya Bitcoin, Jumat lalu Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 9%. Sementara XRP turun sekitar 7%. Bitcoin cash dan litecoin keduanya turun sekitar 11%.