Huawei Pede Bisa Kapalkan 200 Juta Unit Ponsel

 Inanews – Huawei sangat bersemangat menyongsong sisa tahun 2018. Dalam video peringatan ulang tahun komunitas Weibo, CEO of Consumer Business Huawei Yu Chengdong menargetkan tahun ini ada 200 juta unit smartphone Huawei dikapalkan.

Bukan tanpa sebab jika Chengdong sangat percaya diri dengan hal itu. Pasalnya, di tiga bulan pertama 2018 kemarin, Huawei menempati urutan nomor tiga pengapalan setelah Apple dan Samsung.

Huawei pun bersaing ketat di posisi pertama di negaranya sendiri, China, dengan kompetitor seperti Xiaomi, Oppo, dan Samsung.

 

Baca juga :  OnePlus Siap-siap Kembangkan Ponsel 5G


Untuk pengapalan, target 200 juta unit ini meningkat 30% dari tahun lalu. Chengdong pun memaparkan pengapalan smartphone di tahun 2017 lalu yang mencapai 150 juta unit.

Huawei pun akan menghadapi persaingan yang ketat di ranah global dengan Samsung dan Apple. Upayanya untuk bisa bersaing, dikaitkan dengan masalah yang terjadi di Amerika Serikat (AS), pasar yang melarang produknya masuk negara mereka.

Larangan masuk ke AS sendiri disebut-sebut karena produknya maju dan inovatif. Perangkat Huawei pun disinyalir digunakan oleh pemerintah China untuk ‘memantau’ warga AS.

Dugaan yang muncul dari pejabat AS ini berpatok pada kedekatan Huawei dan ZTE dengan pemerintah China. Tampaknya kecurigaan yang menghambatnya masuk AS ini justru kian memacu semangat Huawei untuk berekspansi.

Baca Juga:  Mencoba Ketangguhan Nokia 6.1 Plus buat Ngevlog, Kamera 'Kelas Dewa'