Halalbihalal, Prabowo Sebut Rizal Ramli Calon Presiden

 Inanews – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut Mantan Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli sebagai calon presiden RI saat acara hilal bi halal Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (29/6).

Prabowo dan Rizal Ramli hadir memenuhi undangan Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno. Selain Prabowo dan Rizal Ramli, Amien Rais dan sejumlah Duta Besar juga turut hadir dalam acara itu.

“Rizal Ramli Calon Presiden Republik Indonesia. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin [mumpung] dalam rangka Idul Fitri,” kata Prabowo membuka pidatonya.

Baca juga : Masih Punya Alasan Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai?

Prabowo mengaku diwanti-wanti agar tidak berbicara politik dalam acara tersebut. Tapi, menurutnya hal itu tak bisa dielakkan. Dia tetap menyelipkan tema-tema politik karena dia tidak bisa diam melihat kondisi bangsa.


“Bukannya ingin bicara poitik tapi dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dalam pilihan. Untuk diam dan menerima ketidakadilan atau kita berjuang dengan usaha untuk kebenaran keadilan. Saya dan ibu Rachma termasuk yang tidak bisa menerima ketidakadilan,” katanya.

Prabowo kemudian bercerita tentang perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah.

“Bangsa kita dulu dituduh bangsa yang bodoh bangsa inlander suatu sebutan yang menghina kita waktu itu. Kita ingat dulu orang tua kita dipisah-pisahkan jadi kita golongan paling rendah,” katanya.

Saat itu, kata Prabowo, bangsa teratas adalah golongan Eropa, lalu Timur Raya, golongan kedua itu Arab, India Tionghoa.

“Kita itu golongan paling bawah inlander. Itulah dulu gimana kita dijajah, dihina. menjajah bangsa jtu. Sebetulnya ya berusaha untuk menghilangkan harga diri bangsa,” katanya.

Sebab itu, Prabowo berpesan kepada Rizal Ramli dan Amien Rais, agar bila terpilih menjadi pemimpin di masa depan mampu memperbaiki kondisi bangsa.

Baca Juga:  Menyoal Logika Hukum Pemerintah dalam Menerapkan Kebijakan Darurat Sipil untuk Menanggulangi Corona

“Jadi saya mau sarankan Insya Allah kalau 2019, entah Pak Rizal Ramli atau Saya. Saya titip harus berani kita perbaiki yang dulu kita dikhianati, disakiti bangsa lain,” katanya.

Di akhir pidato politiknya, Prabowo sambil bercanda mengatakan dia tak berbicara politik, melainkan sekadar mengingatkan.

“Nyelip-nyelip dikit tidak terlalu langsung poitik tapi mengingatkan saudara. Kita percaya Tuhan Maha Besar selalu di pihak yang benar,” katanya.