Game Fortnite Raup Rp 1,3 Triliun dari Pengguna Apple

Inanews – Game battle royale besutan Epic Games, Fortnite, berhasil menyentuh angka keuntungan sekitar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Pencapaian ini didapat dalam waktu tiga bulan perilisannya di platform iOS. Hal ini dilaporkan oleh sebuah platform analisis aplikasi yaitu Sensor Tower.

Sensor Tower melaporkan, game ini meraih keuntungan sebesar USD 50 juta (sekitar Rp 696 miliar) pada Mei lalu, sebelum menembus angka keuntungan sebesar USD 100 Juta sebulan kemudian.

Baca Juga : Tina Toon dan Chiko Hakim Jadi Bakal Caleg PDIP DKI

Torehan ini menjadikan Fortnite sebagai game mobile tersukses ketiga setelah game Clash Royale dan Pokemon Go. Lalu, dari mana Epic Games bisa mendapatkan pundi-pundi keuangannya?

Fortnite sejatinya merupakan game free-to-play. Namun gamer dapat melakukan pembelian secara tunai dalam game menggunakan VBucks, yang nantinya dapat digunakan untuk membeli kosmetik, kostum, hingga ‘battle pass’.

VBucks sendiri didapatkan melalui konversi mata uang asli. Di Indonesia sendiri, gamer dapat membeli 1000 VBucks seharga Rp 170 ribu. Pembelian inilah yang dijadikan sebagai sumber keuntungan bagi Epic Games.

Sensor Tower mencatat pesaing terkuat Fortnite, PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) tidak masuk ke jajaran ranking karena dua alasan.

Pertama, PUBG hanya baru menghasilkan uang selama 60 hari. Kedua, PUBG belum mencapai angka keuntungan hingga USD 100 juta.

Baca Juga:  Ini Senjata Trump Ancam Perang Dagang dengan RI