Ekonomi Nasional Melambat, Daerah Mampu Tumbuh di Atas Rata-Rata

Inanews – Saat pertumbuhan ekonomi nasional per kuartal III/2019 mengalami perlambatan, daerah-daerah luar Jawa justru tercatat mampu tumbuh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan Laporan Nusantara November 2019 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI), perekonomian Kalimantan tercatat mampu tumbuh hingga 5,92% (yoy) pada kuartal III/2019, lebih baik dari kuartal II/2019 dimana ekonomi Kalimantan tumbuh 5,59% (yoy).

Provinsi di Kalimantan dengan pertumbuhan ekonomi yang tergolong tinggi adalah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kedua provinsi tersebut masing-masing mampu tumbuh 6,89% dan 6,53% pada kuartal III/2019.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) tercatat mampu tumbuh di angka 5,28% (yoy), lebih baik dibandingkan dengan kuartal II/2019 dimana perekonomian Balinusra tercatat tumbuh 5,03% (yoy).

Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) tercatat mampu tumbuh hingga 2,26% (yoy), lebih baik dari kuartal III/2019 yang tercatat hanya tumbuh sebesar 0,66% (yoy).

Meski pertumbuhan ekonomi Sulampua tercatat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara nasional yang mencapai 5,02% (yoy) pada kuartal III/2019, tercatat banyak beberapa provinsi di Sulapua yang mampu tumbuh di atas rata-rata.

Provinsi Sulawesi Selatan tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan angka mencapai 7,21% (yoy). Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah pun tidak kalah tinggi dengan pertumbuhan masing-masing di angka 6,18% (yoy) dan 6,07% (yoy).

Menurut BI, perekonomian Kalimantan mampu tumbuh tinggi akibat meningkatnya permintaan domestik terutama investasi seiring dengan banyaknya proyek pembanguan yang sedang berjalan.

Di tengah konsumsi swasta yang melambat, konsumsi pemerintah justru tercatat tinggi didorong oleh membaiknya realisasi belanja pada kuartal III/2019.

Perekonomian Balinusra pun cenderung membaik akibat konsumsi rumah tangga yang meningkat seiring dengan perayaan hari besar keagamaan seperti Galungan, Kuningan, dan Idul Adha.

Baca Juga:  Asia Butuh US$800 miliar untuk Penuhi Permintaan Pangan

Kinerja ekspor di wilayah tersebut juga terus membaik terutama dari ekspor jasa seiring dengan meningkatnya kunjunga wisman di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Perekonomian di Sulampua juga mampu tumbuh lebih baik didorong oleh investasi dan ekspor luar negeri. Investasi tumbuh lebih baik karena terus berlanjutnya pembangunan kawasan industri di Maluku Utara serta smelter nikel di Sulawesi Tengah.

Nikel juga turut memberikan stimulus terhadap ekspor pada kuartal III/2019.

Adapun wilayah yang melambat cukup dalam pada kuartal III/2019 adalah Sumatera dimana per kuartal III/2019 hanya tumbuh 4,61% (yoy) akibat lemahnya permintaan domestik baik konsumsi maupun investasi.

Harga komoditas utama seperti minyak sawit, timah, batu bara, dan kopi yang masih cenderung melemah berdampak pada konsumsi masyarakat serta memberikan disinsentif bagi peningkatan investasi.