Ekonomi India Diproyeksi Tumbuh di Bawah 5 Persen

Inanews – Pertumbuhan ekonomi India diproyeksi akan mencapai titik terendah baru pada kuartal III/2019. Sejumlah ekonom memperkirakan ekonomi Negeri Hindustan akan berekspansi di bawah 5 persen.

Ekonom di State Bank of India, Nomura Holdings Inc., dan Capital Economics Ltd. menurunkan proyeksi pertumbuhan mereka untuk kuartal III/2019 menjadi antara 4,2 persen hingga 4,7 persen.

Pertumbuhan 4,2 persen akan menjadi yang terendah sejak pihak otoritas mengadopsi tahun basis baru untuk data produk domestik bruto (PDB) pada 2012.

Pemerintah dijadwalkan untuk mempublikasikan data resminya pada 29 November mendatang. Pada kuartal sebelumnya yang berakhir Juni 2019, ekonomi India berekspansi 5 persen, terendah dalam enam tahun.

“Kami kini yakin pertumbuhan PDB [India] tidak mencapai titik terendah pada periode April-Juni,” ujar Sonal Varma, kepala ekonom untuk India dan Asia di Nomura, yang memperkirakan pertumbuhan 4,2 persen untuk kuartal ketiga.

“Indikator-indikator frekuensi tinggi telah jatuh dan kondisi kredit domestik tetap ketat di tengah permintaan global yang lemah,” tambahnya, seperti dilansir melalui Bloomberg, Rabu (20/11/2019).

Bank sentral India (Reserve Bank of India/RBI) telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali tahun ini guna mendorong pertumbuhan, dengan pelonggaran moneter yang dilengkapi langkah-langkah fiskal, termasuk pemotongan pajak senilai US$20 miliar untuk perusahaan.

“Kami sekarang mengharapkan penurunan suku bunga yang lebih besar dari RBI pada Desember,” tutur Soumya Kanti Ghosh, kepala penasihat ekonomi di State Bank of India, Mumbai.

“Namun, penurunan suku bunga seperti itu sangat kecil kemungkinan akan mengarah pada kebangkitan materi langsung,” sambung Ghosh. Sependapat dengan Varma, ia memprediksikan ekspansi sebesar 4,2 persen.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perlambatan telah berakhir. Perusahaan-perusahaan dikatakannya tengah merencanakan investasi baru yang mungkin membutuhkan waktu untuk diwujudkan.

Baca Juga:  Sido Muncul (SIDO) Raup Kontrak Baru dengan Importir Arab Saudi

“Kami ragu bahwa dorongan itu sudah cukup untuk mengimbangi pelemahan di lain area,” ujar Shilan Shah, ekonom senior India di Capital Economics, yang memperkirakan ekspansi 4,7 persen. “Jelas bahwa pemulihan dalam pertumbuhan yang kita ramalkan sejauh ini terbukti elusif.”