Cerita Bos MRT: Sulitnya Bebaskan Lahan dan Tingginya Harga Tanah

Inanews – Pembangunan kereta Masa Rapid Transit (MRT) Jakarta ternyata meninggalkan cerita seru pada diri William Sabandar. Apalagi dirinya merupakan seorang Bos yang keseharian tidak terlepas dari proyek MRT Jakarta.

Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar mengatakan, sebenarnya ada banyak sekali pengalaman seru ketika menggarap proyek MRT Jakarta fase I yang menghubungkan Lebak Bulus menuju Bundaran HI. Pengalaman seru menurutnya adalah ketika proses pembebasan lahan.

Menurut William, proses pembebasan lahan sangat memacu adrenalinnya. Sebab di sana dirinya harus menghadapi para warga yang tanahnya enggan tergusur dan menjadi objek proyek.

Menurutnya, hal tersebut cukup membuat tenaga dan pikirannya terkuras. Apalagi, dirinya harus berpacu dengan waktu agar penyelesaian dan pengoperasian kereta ini tidak molor dari target.

“Hal yang paling seru itu ketika bebasin tanah khususnya di Jakarta Selatan,” ujarnya

Selain itu. yang menjadi tantangan dirinya adalah harga tanah di sana cukup mahal untuk dibebaskan. Sehingga dirinya harus memutar otak dan mengerahkan seluruh tenaga guna merayu masyarakat agar mau melepas tanahnya.

“Jadi memang terlambat kita ini untuk membangun ini. Karena Indonesia masuk ini ketika sudah sulit tanahnya dan harganya mahal,” jelasnya.

Setelah melewati proses pergumulan yang cukup alot akhirnya dirinya pun berhasil meyakinkan warga untuk mau melepas tanahnya. Dirinya juga berhasil meyakinkan warga sekitar agar lokasi tersebut digunakan untuk pembangunan proyek MRT Jakarta.

Menurut William, pembangunan proyek MRT Jakarta itu sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya dalam meningkatkan perekonomian. Sebab, selain tanah yang akan mahal, akan ada lapangan-lapangan pekerjaan baru yang terbuka ketika MRT Jakarta beroperasi.

“Lebak bulus paling besar. Di sini ada HI, di selatan ada Sisingamangaraja, Blok M, Senayan ada Istora. Ini butuh kerjasama karena MRT tidak bisa membuat isue ini sendiri. Jadi kita harus kerjasama. Mudah-mudahan ketika MRT selesai nanti akan menikmati potensi ekonomi,” jelasnya.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of