Cari Modal Nikah, Roby Rampok 12 Minimarket di Tangerang

Inanews Niat Muhamad Roby Andrian (22) duduk di pelaminan akhirnya kandas setelah petugas Polsek Kelapa Dua menyarangkan timah panas di satu kakinya.

Roby ditembak karena melawan petugas dan hendak melarikan diri saat ditangkap. Pelaku terlibat 12 perampokan minimarket di wilayah Tangerang Raya sejak setahun terakhir dengan hasil rampokan mencapai ratusan juta rupiah.

Seharusnya Jumat (31/1/2020) Roby melangsungkan akad nikah dengan pujaan hatinya. Namun apa daya, jejak kriminalnya yang panjang memisahkan rencana indah itu. Roby dibawa petugas ke ruang tahanan.

“Harusnya hari ini saya menikah, tapi batal. Saya ditahan. Hasil rampokan untuk modal menikah, bayar kontrakan, dan hidup sehari-hari,” kata Roby, Jumat (31/1/2020).

Dari 12 kali perampokan minimarket, Roby tidak pernah absen sekalipun. Niat menikah membuat remaja ini menjalani jejak dunia kriminal bersama lima rekannya. Dari lima rekannya, Roby termasuk yang paling senior.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, Roby bukan kapten kawanan perampok ini. Dia diduga mengikuti perampokan ini karena ada desakan ekonomi dan akan menikah.

Dia merinci sepak terjang Roby dalam merampok minimarket. Dimulai dari adanya laporan pada Selasa (14/1). Saat itu, Roby merampok minimarket Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

“Modus operandinya ketika minimarket mau tutup sekitar jam 10 malam. Tersangka pura-pura belanja lalu di dalam toko mereka mengancam dengan senjata tajam,” ujar Kapolres Tangsel.

Dari perampokan itu, Roby dan kawan-kawan membawa sejumlah barang dan jutaan uang tunai. Dari sinilah petugas akhirnya berhasil meringkus kawanan Roby. “Dari penyelidikan di TKP, petugas mengungkap kejadian. Ada lima pelaku diamankan yakni Roby, Nurohman alias Mokmok (25), Fahruroji (23), Deni Dengah (19), dan Sonny Susanto alias Kecap (25),” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkot Depok Berikan Santunan untuk Korban Kecelakaan Bus di Ciater

Selain kelima pelaku, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang diduga kapten perampok. Keduanya berinisial D dan D.

Meski hanya bermodal celurit dan pedang, kelompok ini dikenal cukup bersemangat saat merampok. Dalam sehari, mereka merampok hingga dua minimarket sekaligus.

Pertama di wilayah Benda lalu di Cimone, lanjut di KS Tubun, Batu Ceper, Jalan Hasyim Ashari, Tigaraksa, Bitung, dan lainnya. Itu data yang didapat dari pengakuan tersangka kepada petugas yang melakukan penyidikan.

“Mereka biasa merampok saat minimarket akan tutup. Sasarannya uang di kasir dan barang-barang berharga seperti HP, rokok, dan lainnya. Nilai kerugian juga beragam, total sampai ratusan juta,” kata Ferdy.

Akibat perbuatannya, Roby dan empat kawannya dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai Kekerasan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.