Cadev November Stagnan Sampai Desember

Inanews –  Cadangan devisa November terkendali sampai Desember 2019 berkat volatilitas rupiah yang terkendali.

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro dan Dwiwulan menyatakan pencatatan cadangan devisa November 2019 sebesar US$126,6 miliar relatif tidak banyak berubah dari bulan sebelumnya sebesar US$126,7 miliar.

Dia memerinci, pencatatan posisi cadangan devisa (cadev) ini menunjukkan setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bulan lalu, rupiah masih terdepresiasi 0,98% dari Rp13.969 per dolar pada 5 November menjadi Rp14.108 pada 29 November 2019,” kata Satria, Minggu (8/12/2019).

Dia menyatakan, dengan cadev yang stabil menandakan intervensi untuk mendorong pelemahan rupiah pada November dikelola dengan lebih hati-hati.

Selain itu, Satria menyatakan bahwa pada Desember 2019 cadev kemungkinan tidak terdorong dengan adanya global bond atau rilis obligasi.

Oleh sebab itu yang akan mendorong kenaikan cadev ke depannya berasal dari kenaikan harga minyak. Selain itu bersumber dari hasil pemanfaatan transaksi Domestic Non Delivery Forward (DNDF) atau transaksi lindung nilai yang akan membantu intervensi bank sentral pada pasar keuangan.

Dari sisi eksternal, ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat dan China yang stagnan dan menggantungkan status ekonomi global, pasar mata uang regional yang kini berisiko karena penurunan suku bunga acuan.

“Dalam satu bulan masih akan ada volatilitas dalam rupiah. Perubahan harga dalam mata uang kini berada pada titik terendah dalam 4 tahun di bank sentral Asia Tenggara termasuk Bank Indonesia,” jelasnya.

Secara umum berdasarkan kondisi tersebut Satria meyakini sampai Desember 2019 cadev masih terkendali.

Baca Juga:  Diskriminasi Sawit Indonesia di Eropa, Airlangga Hartarto Singgung Pembelian Airbus oleh Indonesia

Bank Indonesia juga mengklaim masih akan terus berada di pasar dan mengambil langkah strategis jika terjadi lonjakan pada permintaan di pasar uang.