Bupati Samosir Bantah Pencarian Korban KM Sinar Dihentikan

Inanews – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (dahulu Basarnas) hari ini menyatakan menghentikan pencarian kapal KM Sinar Bangun, yang tenggelam di perairan Danau Toba pada 18 Juni lalu. Namun, Bupati Samosir Rapidin Simbolon membantah pencarian korban tenggelamnya kapal itu dihentikan.

“Siapa bilang (dihentikan), enggak kok. (pencarian) masih terus berlanjut,” kata Rapidin saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/7).

Baca juga :  Final Ideal Brasil versus Inggris?

Operasi pencarian dilakukan oleh tim terpadu terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan sejumlah instansi terkait. Rapidin berkeras pencarian masih terus dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Rapidin menyatakan yang dilakukan pemerintah bukan menghentikan pencarian korban. Menurut dia yang terjadi hanyalah pengurangan jumlah personel.

“Masih terus berlanjut, hanya ada pengurangan pasukan saja,” kata dia.

Meski begitu dia tak menjelaskan berapa total anggota tim yang akan ditarik.

“Saya enggak tahu (jumlahnya), tapi masih terus berlanjut pokoknya,” katanya.

Rapidin menyatakan nantinya tim pencari dan pemerintah setempat akan melakukan pemetaan di Danau Toba. Oleh karena itu alat Remotely Operated Vehicle (ROV) yang berbentuk robot untuk melakukan pencarian di bawah laut dan dilengkapi sonar dan kamera masih disiagkan di lokasi.

“Nanti kan mau ada pemetaan lagi, makanya ROV masih disimpan di sana, jadi mungkin sekitar dua bulanan ini semua akan selesai dikerjakan,” kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis hari ini menyatakan yang dihentikan hanya operasi gabungan. Sedangkan upaya pencarian masih digelar oleh tim SAR.

“Ingat, operasi terpadunya yang dihentikan, di sana masih ada SAR,” katanya.

Baca Juga:  18 Orang Tewas Akibat Serangan Pemberontak di Kongo

Selain itu, Riadil mengatakan rencananya hari ini, pemerintah juga akan meletakan batu pertama monumen tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Sementara, Kabag Humas Basarnas Marsudi mengakui timnya mengalami kendala untuk mengevakuasi korban dari dasar Danau Toba.

Pada operasi terakhir, Basarnas telah mendeteksi obyek bagian dari KM Sinar Bangun melalui peralatan Remotely Operated Vehicle (ROV), seperti kursi dan tali yang terdeteksi di koordinat 2 47 04.144 N – 098 45 10.560 E.

Marsudi memastikan jumlah korban kecelakaan KM Sinar Bangun belum berubah. Basarnas menyampaikan 164 penumpang masih berstatus hilang, 21 orang dinyatakan selamat, dan tiga meninggal dunia