BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan

Inanews – Pencatatan cadangan devisa (cadev) yang relatif sepanjang November 2019 membuat Bank Indonesia diprediksi menahan suku bunga acuannya pada level 5,00%.

Ekonom Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro dan Dwiwulan menyatakan bahwa Bank Indonesia diprediksi menahan suku bunga acuan.

Tujuannya, karena ingin mencoba mengukur efektivitas dari sejumlah relaksasi yang sudah dilakukan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian Bank Indonesia juga ada peluang bank sentral akan tergoda memangkas suku bunga acuan dalam upaya mendorong pertumbuhan.

“Terutama jika Amerika Serikat kembali menerapkan tarif untuk sejumlah produk China pada 15 Desember ini dibatalkan,” kata Satria dikutip Minggu (8/12/2019).

Dia menyatakan terlepas dari cadangan devisa yang stabil dan rupiah yang tahan, dua tetap berpegang pada pandangan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga utama sebesar 5,00%.

“Karena bank sentral melihat peningkatan risiko inflasi pada tahun 2020,” katanya.

Satria mengimbau agar pada sisa tahun ini, Bank Indonesia menunggu dampak dari penurunan 100 bps pada suku bunga utama dan rasio persyaratan cadangan yang akan dirasakan dalam perekonomian terlebih dahulu.

“Terutama sebelum meluncurkan lebih banyak lagi pemotongan suku bunga tahun depan,” sambungnya.

Baca Juga:  AS Sudah Berikan Perlakuan Khusus Impor Barang RI Sejak 1976