Begadang Berdampak Buruk bagi Otak Anda, Ini Buktinya

Inanews Begadang merupakan kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh para remaja atau seseorang yang tengah menyelesaikan pekerjaannya ketika dekat dengan deadline-nya.

Tentunya tak ada yang mengatakan, bahwa begadang baik untuk kesehatan, karena setelah tubuh kita seharian beraktivitas, tidur di malam hari tentunya menjadi peranan penting guna membuat otak kita menjadi lebih fresh kembali keesokan harinya.

Begadang, beresiko besar terkena penyakit Alzheimer serta kelainan syaraf lainnya. Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh Maiken Nedergaard, M.D., D.M.Sc. dari Pusat Medis University of Rochester Medical Center, saat tertidur pulas pada malam hari, organ otak akan bekerja maksimal untuk membuang racun serta sisa-sisa aktivitas syaraf yang menumpuk di organ otak selama beraktivitas seharian.

Tumpukan racun serta sisa-sisa aktivitas syaraf inilah yang menjadi penyebab penyakit Alzheimer serta kelainan pada syaraf. Hal inilah yang menjadi alasan kuat, tidur pada malam hari lebih berperan penting daripada begadang tiap malamnya.

Ketika seseorang tertidur pulas pada malam harinya, organ otak akan menciut hingga 60 persen. Hal ini akan membuat cairan pada tulang belakang otak dapat mengalir lancar. Cairan pada tulang belakang otak berperan dalam hal membuang sampah serta racun yang terakumulasi di otak ke dalam sistem peredaran darah serta hati seseorang untuk disaring.

Semua proses di atas, akan berjalan maksimal saat seseorang tertidur pulas serta nyenyak pada malam hari. Itulah mengapa Begadang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita terutama otak.

Baca Juga:  KPAI Minta Kemasan dan Iklan Susu Kental Manis Diperketat