Banyak Koin Digital Baru, Analis: Pasar Digital Overvalue

Inanews – Penerbitan koin digital perdana atau initial coin offering (ICO) yang begitu banyak membanjiri pasar koin digital sebenarnya tidak terlalu baik. Hal tersebut menandakan pelaku pasar menilai terlalu tinggi koin digital atau cryptocurrency.

Menurut investor cryptocurrency Brian Kelly, hal ini membuat banyak invetor memasang posisi menunggu atau wait-and-see.

“Orang-orang mulai berkata, ‘Saya akan memasang rem pada ICO sekarang. Saya sudah punya portofolio. Saya tidak membutuhkan ICO ketujuh atau kedelapan,'” ujar Brian, Kamis (21/6/2018). “Bagi saya, [ICO] tidak semenarik dulu lagi.”

Bahkan, Kelly mengatakan pasar untuk ICO, semacam pengumpulan dana dengan sistem crowdfunding untuk usaha cryptocurrency, adalah “sangat berbusa.”

Baca Juga : Pemberi dan Penerima Politik Uang Bisa Dipenjara

Ada lebih dari 300 ICO diluncurkan pada paruh pertama tahun 2018, jumlahnya hampir sama dengan ICO sepanjang 2017. Artinya lebih banyak dana investor yang diserap. TaTaTu, platform hiburan sosial, mengumpulkan US$ 575 juta dari penjualan tokennya.

Rapper Akon berencana meluncurkan cryptocurrency sendiri, tepatnya bernama “Akoin,” untuk digunakan dalam “Akon Crypto City,” yang akan berlokasi di kota Senegal Afrika Barat.

Kelly Brian, pendiri dan CEO BKCM LLC, perusahaan investasi yang berfokus pada mata uang digital, menunjukkan bahwa AS bukan pemain besar di pasar ICO, tetapi Asia, khususnya negara-negara di mana regulasinya kurang mendapat perhatian. Pergeseran lainnya: banyak ICO didanai dengan dolar AS dan bukan cryptocurrency.

Baca Juga:  Bitcoin Mining Giant Bitfury Trims Cooling Tuntutan sebesar 95% dengan 'Magic' Liquid