Alasan Mengejutkan Corona Lebih Mematikan pada Generasi Muda

Inanews – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa virus corona jenis baru tak hanya mengintai usia lanjut dan pengidap penyakit penyerta, namun juga kelompok usia muda. Para pakar kini menganalisis penyakit COVID-19 yang mulai memicu kematian pada generasi muda.

Meski sebelumnya disebutkan bahwa imunitas yang kuat mampu menangkal virus corona jenis SARS-CoV-2 itu, tetapi data saat ini menemukan bahwa banyak kematian yang terjadi pada generasi muda dengan kondisi tubuh yang bugar. Para pakar kini mulai menemukan jawaban dari kasus kematian tragis pada generasi muda.

Disebutkan bahwa adanya reaksi berlebih dari imun sistem dan melakukan pencegahan yang minim menjadi alasan utamanya. Mutasi dari virus corona baru juga memicu genetik di kelompok usia muda perlahan menurun.

“Satu kemungkinan yaitu variasi genetik dalam ACE2, yaitu enzim yang ada di sel paru-paru dan jantung,” ujar dokter bedah saraf, dr. Sanjay Gupta, dikutip dari laman Daily Star, Rabu, 8 April 2020.

Pakar penyakit infeksi dan alergi National Institute Amerika Serikat, dr. Philip Murphy juga menyebut enzim tersebut bisa membuat dua kemungkinan, mempermudah atau menyulitkan virus untuk hinggap di paru. Yang artinya, jika mempermudah virus menerobos sel di paru-paru, kematian lebih rentan terjadi.

Ia juga menyebut, alasan lainnya ada pada lapisan di permukaan paru yang berupa cairan. Fungsi normalnya adalah menjadi pelumas agar paru mudah mengembang dan mengempis saat tubuh bernapas.

“Pada generasi muda yang masih sangat sehat, reaksi berlebih dari imun sistemnya membuat fungsi itu malah berubah dan mengakibatkan paru-paru menjadi kolaps (mati),” paparnya.

Baca Juga:  Anies Jamin Penataan Kampung di Bukit Duri Berlanjut