Air Sendang Lanang Ini Punya Khasiat Sembuhkan Penyakit, Penasaran?

Inanews – Sumber mata air ini sering disebut Sendang Lanang. Sendang ini diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, seperti asam urat, pegal linu bahkan stroke. Penasaran?

Sendang berarti kolam dan lanang berarti laki-laki. Sendang yang mampu menampung air sebanyak 4 dim ini setiap hari selalu ramai dikunjungi wisatawan.

“Mereka rata-rata yang mandi di sini selalu bawa keluarga, ada ayah, ibu dan anak,” ujar Ketua Paguyuban Desa Plalangan, Fatkulilanam saat ditemui detikcom, Sabtu (30/6/2018).

Baca juga : Golkar Klaim Menang di 91 Daerah pada Pilkada 2018

Menurutnya, sumber air sendang lanang tidak mengandung kapur dan belerang. Bahkan salah satu perusahaan air minum pernah menawar ingin mengambil air dari sini. Namun oleh sang pemilik tidak diizinkan karena digunakan sebagai kegiatan sosial bagi warga yang membutuhkan.

“Banyak warga yang merasa cocok sehabis mandi dari sini. Bahkan katanya sakit stroke bisa sembuh, asam urat dan pegel linu juga sembuh,” terang dia.

Pria yang akrab dipanggil Anam ini mengaku karena banyaknya warga yang datang kesini maka dibuatkaN padusan, seperti air wudhu. “Untuk memudahkan warga dalam mengambil air untuk mandi atau airnya dibawa pulang untuk dikonsumsi,” ujar Anam.

Menariknya, meski banyak wisatawan yang datang ke Sendang Lanang, pihak desa tidak mengambil keuntungan. “Cuma disediakan kotak kebersihan saja, itupun diisi seikhlasnya saja, tidak ada patokan,” papar dia.

Para wisatawan pun tidak hanya berasal dari Ponorogo saja. Ada pula yang datang dari Magetan, Ngawi, Madiun dan Pacitan. “Malah ada yang sering datang ke sini tengah malam hanya untuk mandi, katanya lebih berkhasiat,” imbuh dia.

Baca Juga:  Pria Tewas Ditembak di Penjaringan, Polisi Buru Pelaku

Salah satu wisatawan, Mulyoto (72) warga Desa/Kecamatan Babadan mengaku cocok usai empat kali mandi di tempat ini. “Sebelumnya saya sakit asam urat, kaki saya tidak bisa ditekuk. Usai empat kali kesini keluhan saya hilang,” jelas Mulyoto.

Sementara salah satu sesepuh desa, Suyadi pun menjelaskan jika ingin air di sini berkhasiat, maka saat mandi dibarengi dengan membaca syahadat dan surat Al-Fatihah tiga kali berturut-turut dilanjutkan membaca sholawat nabi.

“Yang tidak boleh mandi disini hanya perempuan yang haid sama orang yang suka bakar-bakar menyan,” pungkasnya.