3 Penyakit Ini Menjadi Penyebab Tingginya Angka Kematian Dini di Indonesia

Inanews – Penyakit jantung, stroke, dan diabetes memang menjadi penyakit yang menakutkan bagi masyarakat. Meski ini adalah penyakit yang tidak menular tapi menjadi penyumbang angka kematian tertinggi.

Walaupun usia harapan hidup terus membaik bagi sebagian besar orang Indonesia, namun sejumlah penyakit termasuk penyakit jantung, stroke dan diabetes masih menjadi penyebab tingginya angka kematian dini di Indonesia.

Secara global, selama satu dasawarsa terakhir, setiap negara telah mampu menyelamatkan nyawa penduduknya lebih banyak, utamanya anak-anak balita. Tetapi masalah yang selalu tetap saja muncul, seperti obesitas, situasi konflik dan kesehatan mental, menjadi “tiga serangkai masalah kesehatan” yang mencegah siapa pun untuk hidup sehat lebih lama, demikian menurut hasil studi ilmiah terbaru.

“Indonesia telah mencatat kemajuan besar selama 25 tahun terakhir. Indonesia telah berhasil meningkatkan usia harapan hidup dan menurunkan beban kesehatan dari masalah penyakit TBC, neonatal pada kelahiran prematur, serta penyakit-penyakit diare,” ungkap Dr. Soewarta Kosen, Komisi Penelitian Ilmiah–Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

“Namun demikian, peningkatan beban dari penyakit-penyakit mematikan ini dapat dicegah, seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes harus tetap diperhatikan. Memerangi penyakit-penyakit ini membutuhkan komitmen, fokus dan investasi,” lanjut Dr. Soewarta Kosen, yang juga seorang peneliti/ahli yang terlibat dalam pembuatan Study Global Burden of Disease ini.

Study Global Burden of Disease (Studi Beban Penyakit) tahunan untuk tahun ini terdiri dari lima makalah yang juga diterbitkan secara bersamaan pada hari ini dalam The Lancet, sebuah jurnal medika internasional. Kelima laporan tersebut menampilkan analisa yang mendalam mengenai usia harapan hidup dan angka kematian, penyebab kematian, studi beban penyakit secara keseluruhan, usia hidup dalam disabilitas, serta faktor-faktor risiko yang menyebabkan masalah kesehatan.

Baca Juga:  Ini Alasannya Untuk Tidak Memberikan Anak Antiseptik

Temuan penting seputar kondisi kesehatan di Indonesia, antara lain:

  • Seorang pria Indonesia yang lahir di tahun 2016 memiliki kesempatan untuk hidup hingga ia berusia 69,8 tahun, lebih lama 2,4 tahun dibandingkan pada satu dekade lalu. Sedangkan seorang wanita akan dapat hidup hingga ia berusia 73,6 tahun, yang berarti lebih lama 3,4 tahun, dibandingkan pada tahun 2006.
  • Namun demikian, berbagai penyakit dan cedera dapat mengurangi usia harapan hidup sehat. Seorang pria yang lahir di tahun 2016, hanya akan dapat hidup hingga sekitar 61,8 tahun dalam keadaan sehat, dan seorang wanita hingga 64,2 tahun. Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan Australia dalam hal usia harapan hidup sehat.
  • Lima penyebab utama kematian dini di Indonesia antara lain; penyakit jantung iskemik, stroke, TBC, diabetes, dan neonatal pada kelahiran prematur. Rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit pun bervariasi, nyeri pinggang, migrain, dan hilangnya pendengaran merupakan penyebab utama yang membuat orang Indonesia hidup dalam disabilitas/keterbatasan kesehatan.

Lebih jauh lagi, di tahun 2016, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tercatat kurang dari 5 juta anak balita meninggal dunia dalam satu tahun, dibandingkan pada tahun 1990, di mana tercatat sebanyak 11 juta anak.

Para peneliti menganggap peningkatan kondisi kesehatan secara global ini berhubungan dengan semakin membaiknya tingkat pendidikan para ibu, peningkatan pendapatan per kapita, menurunnya tingkat kesuburan, semakin membaiknya program-program pemberian vaksinasi, penyebaran kelambu berinsektisida, peningkatan kebersihan air dan sanitasi, serta sejumlah program kesehatan yang didanai oleh para pemberi dana yang ditujukan untuk peningkatan dan perbaikan kesehatan.