2045, Jumlah Lansia Diperkirakan 63,31 Juta

InanewsSetelah melalui fase akhir dari bonus demografi pada 2036, maka Indonesia harus bersiap dengan peningkatan jumlah lansia sampai 63,31 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan BPS juga menyusun proyeksi jumlah penduduk Indonesia naik dari 266,91 juta pada 2019 menjadi 318,96 juta pada 2045. Adapun bonus demografi yang menjadi salah satu fokus sudah dimulai dari 2012 sampai 2036, dengan puncak bonus demografi pada 2021.

“Setelah itu jumlah lansia akan meningkat tiga kali lipat, jadi perlu dipikirkan apa yang bisa dipersiapkan dari sekarang,” kata Suhariyanto di Hotel Harris Vertu, Selasa (26/11/2019).

Dia menjelaskan, dengan proyeksi yang akan diperkuat dari proses Sensus Penduduk 2020, pemerintah juga harus menyusun rencana untuk mengurus para lansia. Pasalnya, dengan lonjakan dari jumlah lansia perlu ada program terencana yang bisa menjamin kehidupan para lansia, agar tak menjadi beban negara.

Beberapa hal yang menurut Suhariyanto harus dipersiapkan adalah ketersediaan akses terhadap kesehatan untuk para lansia. Dia menilai, pemerintah perlu merancang dengan baik program kesehatan bagi para lansia.

Perencanaan tidak hanya dengan jaminan ketersediaan akses pengobatan, tetapi juga jaminan pada ketersediana sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan yang bisa mengurus dan merawat para lansia.

“Jadi perencanaan jangka panjang ini penting khususnya untuk SDM menjamin akses pendidikan, kesehatan, dan perumahan untuk para penduduk, termasuk lansia,” terangnya.

Jika berkaca dari beberapa negara lain, usia tua untuk para lansia akibatnya mendorong terbukanya lebih banyak lapangan pekerjaan untuk para lansia. Dia mengambil contoh di Jepang dan Singapura, para lansia yang tidak ingin menjadi beban keluarga dan beban negara umumnya bekerja sebagai penerima tamu di hotel sampai cleaning service.

Baca Juga:  Bappenas Susun Gerakan Konsolidasi Dorong SDGs di Seluruh Indonesia