Pengacara Siti Aisyah Sebut Penyelidikan Kasus Kim Jong-Nam Bobrok

Inanews – Sidang kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, kembali digelar pekan ini di Malaysia. Pengacara Siti Aisyah, terdakwa asal Indonesia dalam kasus ini, menyebut penyelidikan pembunuhan Kim Jong-Nam tidak hanya ‘bobrok’ tapi juga ‘berat sebelah’.

Aisyah dan Doan Thi Huong asal Vietnam didakwa membunuh Kim Jong-Nam dengan mengusapkan racun gas saraf VX ke wajahnya di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Keduanya terancam hukuman mati dalam kasus ini.

Baca juga :  Geger Buaya Muncul di Kali Grogol Jakarta Barat

Baik Aisyah maupun Doan sama-sama menyangkal telah membunuh Kim Jong-Nam. Pengacara kedua terdakwa sama-sama berargumen bahwa klien mereka hanya direkrut untuk ikut acara prank atau lelucon, namun diperdaya menjadi pembunuh, oleh sejumlah agen Korut, tanpa mereka sadari.

Seperti dilansir AFP, Rabu (27/6/2018), persidangan kasus Kim Jong-Nam kembali digelar pada Rabu (27/6) ini setelah jeda cukup lama sejak April lalu. Kedua terdakwa hadir dalam wanita dalam keadaan diborgol dan memakai rompi antipeluru.

Pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng, dalam pernyataannya di Pengadilan Tinggi Shah Alam melontarkan kritikan keras terhadap otoritas Malaysia.

“Penyelidikan (kasus Kim Jong-Nam) tidak hanya bobrok tapi juga berat sebelah,” sebut Gooi dalam pernyataan akhirnya.

Disebut juga oleh Gooi bahwa dakwaan yang dijeratkan kepada kliennya sangat ‘samar’. “(Jaksa) Gagal untuk menyusun kasus prima facie terhadap terdakwa (Aisyah-red),” imbuhnya. Prima facie merupakan sebutan untuk bukti yang cukup untuk menetapkan fakta.

Ditegaskan Gooi bahwa jaksa sama sekali tidak bisa membuktikan kliennya telah mengusapkan racun gas saraf VX ke wajah Kim Jong-Nam. Tidak hanya itu, menurut Gooi, jika memang Aisyah adalah pembunuh, lantas mengapa dia memberitahu teman-teman dan keluarga secara antusias soal acara lelucon yang akan diikutinya.

Baca Juga:  Tertahan Banjir di Pasuruan, Penumpang Kereta Api Diantar Menggunakan Bus

Gooi juga menyatakan bahwa sangat tidak wajar jika Aisyah tidak mengalami gejala apapun setelah terkena kontak dengan racun gas saraf VX yang mematikan. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengkategorikan gas saraf VX sebagai senjata pemusnah massal.

Empat warga Korut yang dituding terlibat pembunuhan ini, telah kabur dari Malaysia usai pembunuhan terjadi. Mereka diyakini telah kembali ke negaranya, Korut. Pengacara Aisyah dan Doan sama-sama menyebut empat warga Korut itu telah membayar kedua klien mereka untuk melakukan hal yang sejak awal diyakini sebagai ‘lelucon’ untuk acara televisi.

Korea Selatan (Korsel) menuding Korut sebagai dalang utama di balik pembunuhan Kim Jong-Nam. Kakak tiri Kim Jong-Un ini hidup dalam pengasingan di luar negeri usai meninggalkan Korut beberapa tahun lalu.

Kasus pembunuhan Kim Jong-Nam memperburuk hubungan antara Korut dan Malaysia, yang sebelumnya merupakan sekutu Korut. Namun hubungan kedua negara tampaknya mulai membaik beberapa waktu terakhir, dengan pemerintahan baru Malaysia di bawah Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad telah mengumumkan rencana pembukaan kedutaan di Pyongyang