11 Desa di 7 Kecamatan Ponorogo Kekeringan, Tiga Minta Dropping Air

 Inanews – Tiap kali memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Ponorogo mulai mengalami kekeringan. Data dari BPBD Ponorogo, sudah ada tiga desa yang meminta dropping air. Yakni Desa Duri-Kecamatan Slahung, Desa Karangpatihan-Kecamatan Pulung dan Desa Tulung-Kecamatan Sampung.

“Ketiga desa ini sudah meminta dropping air karena kekeringan, ada warga yang meminta pengiriman air ke kami,” tutur Kepala BPBD Ponorogo Imam Bashori saat ditemui di kantornya Jalan Sekar Putih Timur, Jumat (29/6/2018).

Imam menjelaskan untuk Desa Duri, Kecamatan Slahung, BPBD sudah melakukan 6 kali pengiriman. Sedangkan Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, sudah 3 kali pengiriman air. Dan Desa Tulung, Kecamatan Sampung, baru 1 kali pengiriman.

Baca juga : Bos OJK Yakin Rupiah ‘Demam’ Hanya Sementara

“Untuk satu kali pengiriman, kami mengirim 2 tangki truk isi 6 ribu liter. Jadi sekali kirim 12 ribu liter kami berikan kepada warga,” terang dia.

Imam menerangkan penyebab utama kekeringan yang dialami sebagian wilayah di Ponorogo karena kondisi geografis, terutama sumber air yang mulai mengering tiap kali memasuki musim kemarau.

“Terutama wilayah pegunungan, jadi yang biasanya minta dropping air itu warga yang tinggal di area pegunungan,” jelas dia.

Namun pihaknya bakal sigap menangani permintaan dropping air yang dilaporkan warga. “Jika ada warga meminta kiriman air, kami siap kirim,” imbuh dia.

Imam mengaku berdasarkan pemetaan wilayah yang biasanya meminta dropping air ada 11 desa di 7 kecamatan. Saat ini baru 3 desa saja yang meminta kiriman air. “Dari 8 desa lainnya belum ada laporan, saya kira persediaan air masih aman,” tukasnya.

Imam pun mengimbau warga untuk segera melapor jika membutuhkan kiriman air. Minimal lapor ke masing-masing Kepala Desa (Kades) agar segera mendapatkan kiriman bantuan air.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Johar Lin Eng, Terduga Pelaku Pengaturan Skor

Sementara BMKG Ponorogo memprediksi, musim kemarau terjadi sejak Mei hingga Oktober 2018. “Puncaknya Juli hingga September, tapi ini masih Juni sudah ada laporan kekeringan dari warga. Semoga tidak semakin meluas musibah ini,” pungkasnya.